teng,,teng,,,
tanda fajar pun tiba
semalam tadi
emosi kian membabi buta
ada apa gerangan?
hati ini mendeklarasi kan perang
sebait catatan menyinggung hati
marah rasanya
ada masalah?
knp gak langsung kibarkan panji perang,,
toh siap meniup peluit perang
pagi pun menjelang
saat mentari blum sadar dari tidur panjang
asa hati ku dan dy memuncak emosi
ramai
gaduh
serpihan itu di buka kembali
dipaparkan satu demi satu
ia hancur,katanya
aku pun hancur, kataku
salah siapa?
sapa yg salah?
tak ada,,
karena kami bersembunyi dibalik sakit lawan kami
diri kami slah
tapi tetap damai tak ternomorsatukan
ego pun dikedepankan
luka demi luka di pamerkan
saling berteriak aku dan kamu
kami kering tak berdaya
rapuh pula
sama2 jadi arang
kami salah
sengit dibuatnya
mentari pun kian tersadarkan
tak guna berlama menjejak pada bara api sakit kami
lelah kita
pudar asa itu
ditawarkan
baitan janji
kami menyerah
tak ada yg bisa di tahan
aku dan dy tlah lama mati
tlah lama menjadi debu
tapi ironi ku masih mimpi jadi satu
damai
yup,,kami setuju
ketika mentari memancarkan sinar teriknya
tersadar kan kami sudah lama berebut simpati, dan tenggelam dalam ego
damai
yaaa,,,,kami berjanji untuk damai,,,
setidaknya itu niat kami
butuh perasan keringat untuk membuat semua nya kembali seperti semula,,
buat Omar Arif Maulana,,,
damai itu indah,,,
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment