Monday, November 24, 2008

Pemuka manis,tak berhati. .

Komunitas asas kekacauan. .hah
katany ini,katany itu. .MANA?
TIap gelas mengisi air yg berbeda warna,rasa,dan kuantitas.
Kadang muak dg aksi pemanis tak berhati. .
Diam,tp gelisah
berkata,tp jd membuat sayur asam.
Katany air aneka rasa yg nikmat. .
Kok jd sayur asam. .
Ini karena. .
Muka manis tp tak berhati. .

Makin lama,makin bau tengik. .

Ulah mereka,tingkah mereka makin jadi.
Profesionalisme dijunjung ketika hati&emosional di samarkan.
Tdk bs berkata tidak,mengakui ada rasa sakit,kecewa,tdk percaya&sebal melapisi.
Mo gmn lagi. .
Atas dasar keunikan tiap individu. .
Atas dasar sikap mengertiny manusia. .
Harus belajar menerima. .
Begitulah dy,begitulah mereka,,
kalau begitu,BEGINILAH AKU.

Br tersadarkan,manusy itu lbh jahat dr apapun.
Dg akalny,dg perasaan ny,dan dg ragany yg dicipta sempurna.
Bs binasah rasa kecintaan,kekeluargaan,,

atas dasar rasa yg katany cinta,tp diselimuti benci. .
Katany cinta berubh jd fitnah,hasutan. .

Baru jg tersadarkan,jijik nya dunia,kotornya dunia. .
Bhkan u/saat ini saja,susah rasany mengepak sayap.

Rasany duniany beda,rasany kami tak sejalan,bahkan aku tak mau sEJALAN dgn org2 pemuka manis,tp tak berhati. .

Atas dasar profesionalisme,tp makan hati setiap saat. .

Hah,bagaimana mustiny?
Diam?

Sunday, November 23, 2008

menunggu hujan

klo kata seseorang,,

ngapain nunggu ujan, klo di gelas ada air,,,

hah,,

\banyak neh air dan gelas2 disekitar gw,,,

tapi yang gw tunggu itu ujan,,,

bahkan


gelas yang gw tau airnya nikmat ajah,,, gw tumpahkan agar dy mengalir dan mengisi gelas yg lain,,,


gw memilih menggu ujan yang gak tau kapan turunnya,,,

klo gak dateng gmn???

yahh,,, sooo far,, ini keputuswan gw,,,

mohon maaf untuk semua air yang di gelas,, yg di sekitar gw,,,

gw,,,,, menumpahkannya ,,,, dan membiarkan air itu mengalir kembali,,,,

kutipan dari link dosen

“Mencintai tak harus memilki…,” demikian syair sebuah lagu yang terdengar di radio. Ini kisah cinta yang tak kesampaian, entah karena cinta tak berbalas, maupun dua insan yang saling mencintai tapi terpaksa tak bisa bersatu.

Ini kisah si Lanang, sebut saja namanya begitu, yang cinta setengah mati kepada Melati, gadis idamannya sejak masa SMA. Cinta si Lanang tak berbalas. Selain mungkin Melati tidak tertarik dengan Lanang, mungkin juga faktor beda keyakinan antara keduanya telah menjadi kendala.

Lanang adalah pemuda yang brilyan dalam pelajaran. Prestasinya mengagumkan. Namun dalam urusan cinta, tampaknya Lanang tak bisa berpikir jernih. Ketika Melati menikah dengan orang lain, Lanang masih mencintai. Ketika Melati sudah berputra, Lanang pun masih mencintai. Melati adalah ‘cinta sejati’ Lanang (tentu saja menurut versi Lanang sendiri).

Kuliah Lanang akhirnya berantakan. Menurut teman-temannya, tampaknya masalah cinta kepada Melati memberi andil utama kacaunya konsentrasi Lanang kepada kuliahnya. Hidup Lanang berantakan karena kesetiaan kepada cintanya sendiri. Ah, Lanang, seharusnya kau tahu bahwa mencintai tak harus memiliki….

Apakah di antara Anda ada yang mengalami kasus mencintai tapi tak memiliki? Pendapat saya, mencintai harusnya memiliki. Kalau tidak bisa dimiliki, JANGAN dicintai (atau kurangilah cinta Anda).

Baik, agar lebih netral, boleh mencintai tanpa memiliki, tapi CINTAILAH YANG ANDA MILIKI.

Banyak terjadi pasangan suami istri yang diam-diam masih berselingkuh hatinya. Salah satu dari mereka masih memendam cinta yang amat sangat kepada ‘cinta sejati’nya. Hatinya masih terus mengingat masa lalunya. Sementara mungkin yang sedang ia ingat itu tidak balas mengingatnya sedikitpun. Sebaliknya, pasangan yang kini dimiliki dan memiliki, justru tidak mendapat cinta yang penuh. Bayang-bayang masa lalu masih melekat, bagaikan beban berat di punggung yang tak bisa dilepaskan.

Bila Anda mencintai sesuatu, kemudian gagal memilikinya, relakan saja. Punahkan cintamu itu dan arahkan kepada yang bisa engkau miliki. Kemampuan melepaskan apa yang luput dan hilang darimu adalah bagian dari keimananmu kepada Tuhan. Pantaskah kita menganggap apa yang terbaik bagi kita adalah yang luput itu? Mengapa tidak kita syukuri apa yang diberikan-Nya kepada kita?

Mencintai sesuatu yang tidak dimiliki sebenarnya adalah tindakan yang buruk, karena menguras energi. Cinta adalah perhatian yang memerlukan energi perasaan dan pikiran. Mencintai memerlukan energi. Karena itulah yang terbaik adalah saling mencintai, suatu kondisi saling memberi energi. Bila kita saling mencintai, maka kedua pihak akan semakin sehat dan tumbuh. Bila hanya salah satu yang mencintai, maka si pecinta akan terus mengeluarkan energinya dan suatu saat mengalami kemunduran, fisik maupun mental. Hanya mereka yang punya tingkatan ikhlas tinggi sajalah, mampu menyerap dengan mudah energi dari alam semesta untuk kemudian disalurkan menjadi energi cinta kepada makhluk lain. Dan kalau memang punya keikhlasan tinggi, bukankah sangat mudah untuk melepaskan apa yang luput itu?

Bila Anda pernah mencintai seseorang, dan lalu menjadi milik orang lain. Punahkan cintamu kepadanya. Carilah sosok lain yang bisa mengimbangi cintamu, dan cintailah sepenuh-penuhnya. Cinta searah tak akan menumbuhkan, cinta dua arah akan saling menumbuhkan.

Kisah si Lanang adalah kisah nyata seorang teman saya. Syukurlah, setelah kejatuhan yang begitu menyakitkan, kini dia bisa menerima dan memulai kehidupan yang baru.

Mencintai tak harus memiliki. Setelah gagal memiliki, tak usahlah terus mencintai. Carilah ganti, dan kemudian cintailah apa yang kau miliki.

Mencintai, harusnya memiliki. Setuju?

Friday, November 21, 2008

Pada akhirny. .

Marah ku
bimbang ku
ini yg ku pilih
pilihan ku
adalah tdk memilih. .
Melepas. .
Memilih u/hilang,

sepi. .sepi. .
Sibuk diantara sepi,dan sdh. .

Melihat kebrengsekan,merasa tdk adil,tdk terima. .
Tp mencoba u/ikhlas. .
Tp blm bs ikhlas. .
Berat u/ikhlas. .
Masih blm bs. .
Masih bth waktu. .